Gerakan Perubahan … !!! Menuju Indonesia yang Lebih Baik

:: dikutip dari: http://fatwasyafii.wordpress.com/2012/12/18/gerakan-perubahan-menuju-indonesia-yang-lebih-baik/

Di masa-masa mendekati pemilu 2014 nanti telah kita mendengar rayuan-rayuan dan bujukan-bujukan agar orang-orang mengikuti dan mendukungnya. Di antara rayuan-rayuan politik itu adalah “Gerakan perubahan, menuju Indonesia yang lebih baik!!” kurang lebihnya demikian. Bukanlah kita hendak ikut campur dalam politik yang demikian caranya. Akan tetapi untuk memberikan setitik cahaya dalam menilai apa yang ada di hadapan kita. Kita semua yang menyimak perkembangan berita di negeri ini sangat tahu betapa karut marutnya keadaan perpolitikan.

Ya Allah Rabb kami selamatkanlah negeri ini dari para penjahat dan dari para mafia..

Berikanlah hidayah kepada para pimpinan kami kepada jalan-Mu yang lurus …

Berikanlah kepada mereka pendamping, penasihat, dan pengawas yang saleh …

Jauhkanlah mereka dari teman-teman duduk yang jahat dan berambisi untuk menghancurkan kami di negeri ini …

Dalam kesempatan ini kita akan mencoba untuk mengulas sedikit dari pelajaran-pelajaran Sirah Nabawiyah yang sebagiannya telah dipaparkan pada Faedah Sirah Nabawiyah. Hal ini untuk kita memiliki kesimpulan yang benar dan selanjutnya bisa menilai segala permasalahan dengan lurus dan adil, tidak tercampuri hawa nafsu atau fanatisme kelompok, partai, ormas, golongan, kasta dsb. Akan tetapi berusaha menilai itu semua dengan bimbingan nabawi yang beliau praktikkan dan terapkan dalam membangun kehidupan masyarakat ketika itu. Dan agar tidak terkotak-kotak dalam sekian banyak sekat.

KEHIDUPAN JAHILIYAH SEBELUM DAKWAH ISLAMIYAH

Dalam Faedah Sirah 1 (Faedah Mempelajari Sirah Nabawiyah) dan Faedah Sirah 2 (Musyrikin Arab dan Kafir non-Arab) telah kita bawakan di sana pernyataan al-Imam asy-Syafi’i. Bagi para pembaca cukup merujuk atau membuka lagi judul tersebut, tidak perlu dikopikan di sini agar tidak terlalu panjang. Dari sana kemudian kita ketahui keadaan secara global tentang kehidupan manusia secara menyeluruh sebelum dakwah islamiyah, yang sekaligus dakwah yang dijalankan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dimulai. Ketika itu kehidupan manusia benar-benar diliputi dengan kegelapan, kezhaliman, keserakahan, penindasan, kejahatan, kekejian, kemungkaran, dan seabrek penyakit masyarakat lainnya.

Pihak yang kuat akan memakan yang lemah. Mereka akan menindas dan memeras sekehendak mereka.

Pihak  yang lemah pun tak tahu lagi mau berbuat apa dan bagaimana.

Di dalam penindasan mereka terpaksa bertekuk lutut bahkan ikut membela pihak yang menindasnya, karena memang tidak memiliki dan tidak tahu pilihan lain lagi.

Jangan ditanya tentang kehidupan wanita dan anak-anak. Tak kuasa lagi jari-jari ini untuk merangkaikan huruf demi huruf untuk menggambarkan kehidupan mereka yang sangat memprihatinkan dan tiada terperi.

Semoga kehidupan yang demikian gelap dan kacau balau tidak menimpa kita dan anak-anak cucu kita, aamiin.

Sedangkan mereka yang memiliki kitab suci (Yahudi dan Nasrani) juga tidak kalah jahat dan buruknya. Juga tidak kalah gelapnya. Kaum wanita dan anak-anak juga tidak kalah menderitanya.

Kecuali segelintir orang  yang benar-benar memegangi kandungan ajaran kitab suci mereka yang telah dirubah. Sehingga mereka berharap bisa bertemu dan membantu Sang Nabi terakhir sebagai juru selamat. Bahkan yang masih hidup dan bertemu dengan Nabi shallallahu ‘alaihi sallam mengikrarkan dirinya sebagai seorang muslim dan mengucapkan dua syahadat.

Namun rupa-rupanya penyakit-penyakit jahiliyah itu hendak dihidupkan kembali, dan hendak dilariskan di tengah umat ini agar mereka para penjahat, para mafia, para pemeras, para perusak kehormatan dan pelecehan bisa dengan bebas bergerak. Juga agar bangsa ini beserta kaum muslimin yang tinggal di dalamnya menjadi rusak dan mudah untuk disetir, ditipu, dan dijajah lagi.

Semoga Allah ta’ala membalikkan makar dan tipu daya mereka kepada diri mereka sendiri. Aamiin.

 

DAKWAH ISLAMIYAH SEBAGAI PENCERAH DAN GERAKAN PERUBAHAN …

Setelah diangkat sebagai nabi dan rasul, Muhammad bin ‘Abdillah shallahu ‘alaihi wa sallam memulai dakwah islamiyah.

Meskipun pada permulaan dakwah hanya diikuti oleh segelintir orang, beliau tidak lantas takut dan gentar ketika melihat tantangan yang ada di hadapannya. Tantangan dan rintangan yang menggunung bagaikan ombak besar di samudera luas yang tak pernah berhenti.

Itu semua beliau hadapi demi meluruskan perjalanan sejarah kehidupan manusia yang tengah dalam kegelapan dan kebengkokan dan menuju kehancuran untuk kemudian diluruskan dan dibelokkan kembali kepada arah dan tujuan yang benar. Serta dikembalikan kepada relnya yang lurus, tidak lagi ada kezhaliman, penindasan terhadap  pihak yang lemah, kesewenang-wenangan, pelecehan kehormatan, dan sebagainya dari sekian bentuk penyakit masyarakat.

Kaum wanita dan anak-anak pun mendapatkan jaminan keamanan yang sangat aman. Mereka mendapatkan hak untuk hidup dan berkembang dengan baik. Bahkan dalam perang Islam tetap memerhatikan keberadaan kaum wanita dan anak-anak, beliau berpesan kepada para komandan perangnya:

وَلَا تَقْتُلُوا وَلِيدًا

… dan jangan membunuh anak-anakHR. Muslim,

Tentang larangan membunuh wanita maka beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat mengingkari perbuatan ini, kecuali jika wanita itu termasuk penjahat perang atau ikut melakukan perang dan penyerangan.

Tentang perlindungan wanita juga beliau shallallah ‘alaihi wa sallam berpesan dalam haji wada’. Di antara isi khutbah beliau ketika di ‘Arafah adalah:

فَاتَّقُوا اللَّهَ فِي النِّسَاءِ فَإِنَّكُمْ أَخَذْتُمُوهُنَّ بِأَمَانِ اللَّهِ وَاسْتَحْلَلْتُمْ فُرُوجَهُنَّ بِكَلِمَةِ اللَّهِ

“Takutlah kalian kepada Allah dalam urusan wanita. Karena kalian telah mengambil mereka dengan berdasar amanah dari  Allah. Dan kalian menghalalkan kemaluan mereka dengan kalimat Allah.”  HR. Muslim

Dan masih banyak lagi perlindungan bagi para wanita dan anjuran untuk berbuat baik kepada mereka.Walhamdulillah.

Tentunya mereka yang masih murni fitrahnya dan masih lurus pola pikirnya, juga beriman bahwa Muhammad shallallah ‘alaihi wa sallam adalah utusan Allah, akan meyakini bahwa beliau shallallah ‘alaihi wa sallam adalah manusia yang paling berhasil membawa pencerahan di dunia, manusia  yang membawa seluruh manusia dari kegelapan menuju jalan  yang terang. Dan telah menyelamatkan seluruh umat manusia dari sekian banyak kehancuran.

Lalu adakah yang akan membawa manusia sekarang kepada suatu perubahan tapi tidak dengan cara Nabi shallallah ‘alaihi sallam? Ketahuilah perubahan  yang kalian dengungkan ketika tidak mengikuti aturan dan arahan Nabi shallalla ‘alaihi wa sallam, bahkan ikut merusak Islam dan kaum muslimin, maka kalian akan menanggung akibatnya. Kerusakan, kejahatan, penindasan, pembunuhan dst kalian yang kelak akan menanggung akibatnya … !!

Al-Imam Malik bin Anas rahimahullah berkata:

لَا يُصْلِحُ آخِرَ هذِهِ الْأُمَّةِ إِلَّا مَا أَصْلَحَ أَوَّلَهاَ

Tidaklah akan menjadi baik generasi belakangan umat ini kecuali dengan sesuatu yang menjadi baik dengannya generasi pertamanya.

(asy-Syifa bi Ta’rif Huquqil Mushthafa, al-Qadhi ‘Iyadh)

 

SERUAN UMUM UNTUK KAMUM MUSLIMIN

Ketika melihat hingar bingarnya seruan gerakan perubahan, kita bertanya-tanya kepada perubahan apa? Bentuk perubahan dan ujungnya atau hasilnya nanti seperti apa? Perubahan menuju  yang baik atau bertambah buruk dan jahat!?

Terlepas dari itu semua kita sebagai kaum muslimin telah memiliki teladan sempurna, dan ini tentu disepakati semua oleh kaum muslimin, bahkan non-muslim juga mengakui. Lalu apakah kita akan dengan latah mengikuti propaganda-propaganda politik murahan  yang sudah mulai ramai diperdagangkan?

Atau maukah kita mendalami dan mengambil pelajaran serta meneladani junjungan kita Rasulullah shallallah ‘alaihi wa sallam? Semoga kaum muslimin di negeri ini mendapatkan cahaya petunjuk sehingga bisa melihat apa yang di hadapannya sesuai porsinya. Bisa menimbang dan menilai apa yang sedang terjadi sesuai dengan timbangan nabawi. Aamiin

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.

 

——————————————–

PERINGATAN

Tema ini bukan untuk mengajak membentuk partai baru atau untuk menganjurkan partai mana yang hendak dipilih. Akan tetapi semata sebagai pencerahan bagi kita semua untuk menuju Indonesia yang bersatu, damai, adil, makmur, dan sejahtera dalam bimbingan wahyu Allah ta’ala.

——————————————–

Wallahu a’lam…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s